Kalkun Di Jual

Stok Kalkun per 05 Januari 2013

 

Pejantan Putih Mulus (White Turkey)

 Stok 2 ekor, harga perekor  350rb

Pejantan kalkun putih polos

Pasangan Indukan

Stok 2 Jantan 4 betina.
- 1 ekor betina warna hitam, 
- 1 ekor warna hitam bergaris putih, 
- 1 ekor betina warna putih-coklat, 
- 1 ekor betina warna putih-hitam,
- 2 ekor pejantan warna putih polos.
Harga perpasang ( 1 jantan dan 1 betina 750rb)
Harga 1 set (1 jantan 2 betina Rp. 1050rb)

Anakan Usia 0-10 Hari

Harga Rp. 32.500 stok 30 ekor.


Anakan Usia 2 bulan

Harga Rp. 80.000

 

Pasangan Remaja usia 5-6 bulan

Harga 425/pasang




Jika anda membutuhkan Kalkun dengan usia atau jenis yang berbeda, kami siap menyediakan.
Silahkan Call/Sms ke 085643159969, Atau silahkan tinggalkan pesan di halaman facebook kami
Harga diatas belum termasuk ongkos kirim. Kami bersedia mengirimkan pesanan anda kemanapun di seluruh indonesia Melalui jalur darat atau udara (kecuali Pontianak dan Manado).
Kami juga menyediakan berbagai macam vitamin dan obat2an untuk unggas. silahkan hubungi no diatas atau di Facebook kami.
Terimakasih.

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Anak Kalkun

 

  1. Memasukkan jari ke kloaka anak ayam. Metode ini membutuhkan pelatihan yang ekstensif yang dapat memakan waktu beberapa bulan agar ahli, tapi orang yang sudah ahli dan berpengalaman akan dapat menggunakan jari telunjuk untuk membuka kloaka anak ayam dan mengetahui alat kelamin nya. Hal ini mungkin akan melukai anak ayam. Sehingga harus diajarkan oleh seseorang yang benar-benar ahli.
  2. Gunakan perangkat proctoscope, alat seperti untuk memeriksa usus besar anak ayam itu. Alat ini dapat membantu anda melihat melalui dinding usus anakan kalkun dan menemukan gonad anak ayam itu, Jantan yang akan memiliki dua testis, dan betina satu ovarium. Metode ini juga membutuhkan pelatihan yang menyeluruh agar tidak membahayakan anak ayam.
  3. Bandingkan bulu halus anak-anak ayam dengan bulu utama mereka. Kita bias membandingkan bulu yang lebih cepat tumbuh adalah jantan dan lambat betina, betina akan memiliki bulu halus yang selalu lebih pendek daripada bulu primer, karena merupakan karakteristik seksnya. Ini bisa menjadi metode yang berguna untuk penentuan jenis kelamin kalkun yang berumur hanya beberapa jam saja, dengan pelatihan yang minimal.
  4. Tunggu sampai anak Kalkun berusia delapan minggu, Kalkun Jantan akan mengembangkan kakinya lebih besar memiliki sedikit bulu di kepala mereka. betina akan tampak lebih tinggi dan langsing.
  5. Tunggu sampai musim kawin pertama mereka. Anda tidak perlu menjadi seorang pengamat kalkun yang ahli untuk mengetahui siapa yang jantan atau betina, saat terjadi perkawinan.

Pakan Kalkun

Perlu dipahami bahwa pemberian makanan untuk kalkun jauh berbeda dari memberi makan ayam. Oleh karena itu sangat disarankan agar makanan ayam tidak digunakan sebagai pengganti untuk kalkun. Persyaratan protein dan kalsium antara kedua jenis burung ini berada pada tingkat yang sama sekali berbeda. Kalkun misalnya, membutuhkan tingkat yang lebih tinggi protein dalam pakan mereka.

Teknik makan kalkun dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia kalkun atau cara mereka ditetaskan. Kalkun yang dibesarkan di kandang harus diperlakukan berbeda dengan mereka yang hidup di alam liar. Kalkun yang diumbar bebas yang sering disebut sebagai kalkun organik, mereka tidak boleh diberi pakan dengan makanan olahan dan vitamin karena akan menghilangkan atribut organik mereka.

Ada empat tahap utama dalam proses makan kalkun. Dimulai dengan pakan pre-starter. Setelah menetas, anakan kalkun harus di perhatikan penuh, karena mereka harus dibantu ketika mereka makan dan minum. Sering kali, mereka tidak tahu bagaimana cara minum air atau di mana makanan mereka. Dengan begitu kita kadang-kadang harus mencelupkan paruh mereka ke dalam air atau di wadah makanan untuk mengajari mereka. Kalkun yang baru lahir cenderung tidak dapat mengurusi diri mereka sendiri, dengan demikian, mereka perlu perawatan ekstra sebelum mereka dapat makan dan minum sendiri.

Pada tahap pra-starter, pakan harus berbentuk bubuk agar lebih mudah untuk kalkun muda memakannya. Seringkali, pakan bubuk dicampur dengan air yang cukup agar dapat dicerna lebih cepat dan efektif serta lebih banyak nutrisi yang diserapdari makanan.

Setelah delapan minggu, saatnya untuk menyisihkan pakan pra-starter dan melanjutkan dengan pakan starter. Kemudian empat minggu setelah menggunakan pakan starter, berikanlah pakan pembesaran. Pastikan bahwa campuran pakan pembesaran memiliki tingkat 20% sampai 24% atau lebih protein agar daging lebih padat. Seiring dengan pakan pembesaran, makanan lain seperti kedelai, gandum,tepung jagung, dan beras dapat dimasukkan dalam makanan.

Setelah lima belas minggu pemberian makan kalkun dengan pre-starter,pra-starter, starter dan pembesaran, makan diakhiri dengan umpan pemeliharaan sering disebut sebagai pakan finisher. pakan Finisher sebaiknya diberi campuran dengan buah-buahan segar dan sayuran.

Selain pakan, kalkun juga perlu vitamin dan nutrisi untuk menjaga kesehatan mereka sehingga, jika perlu, vitamin atau mineral tambahan dalam air minum mereka. Mereka juga perlu diberi vaksin agar terbebas dari penyakit menular.

Menetaskan Telur Ayam Kalkun Dengan Mesin Tetas

Telur kalkun

Telur ayam kalkun

Jika anda mendapatkan telur kalkun anda tidak menetas dengan sempurna, anda bisa menetaskannya dalam mesin penetas agar hasilnya lebih memuaskan. Walaupun ada perlakuan berbeda dari telur ayam kita bisa meningkatkan persentase telur yang berhasil menetas. Disini akan kita bahas bagaimana kita meningkatkan persentase keberhasilan penetasan telur ayam kalkun.

Langkah-langkah :

  1.  Panaskan mesin tetas paling tidak 24 jam sebelum telur masuk mesin.
  2.  Isi bagian bawah mesin dengan air secukupnya untuk memperoleh kelembaban yang sesuai.
  3. Letakkan 2 buah thermometer dalam incubator. Pastikan keduanya berada pada posisi setengah tinggi telur(kira-kira 1 inchi). Anda bisa memakai gelas plastik yang dipotong untuk menempatkan termometer
  4. Letakkan sepotong kain di dalam air dan tempelkan salah satu ujungnya menyentuh salah satu ujung termometer. Termometer ini disebut thermometer  basah, yang akan menjadi patokan kasar tentang kelembaban didalam mesin, jika kain telah basah sepenuhnya sampai ke termometer.
  5. Pastikan suhu stabil pada posisi 99 derajat  F/ 37 derajat C, dan Termometer basah berada pada suhu antara 85-100 derajat F / sekitar 29-37 derajat C.
  6. Tandai telur di kedua sisinya (misal dengan “X” dan “O”) dalam posisi telur berbaring. Ini adalah tanda untuk pembalikan telur, Hingga anda bisa membalik telur tepat 180 derajat.
  7. Letakkan telur dalam mesin secara perlahan. Tempatkan telur dengan tanda yang sama berada diatas. Selama 25 hari: putar telur sebanyak 3-5 kali sehari. Ini untuk mencegah agar isi telur tidak menempel pada kulitnya.
  8.  Hari ke 25, HENTIKAN MEMUTAR TELUR. Agar anakan kalkun dapat merubah posisinya dalam posisi siap menetas. Dalam jangka waktu sekitar 28 hari mereka akan segera menetas. Saat sudah ada kalkun yang menetas, mereka kemungkinan akan memutar telur lain yang belum menetas. Putarlah telur yang belum menetas sesuai dengan tanda pada telur lain.

Tips

  • Penetasan normal adalah 28 hari, akan tetapi bisa maju atau mundur sekitar 3-4hari.
  • Pegang telur sesedikit mungkin. Semakin sedikit getaran yang terjadi, semakin besar kemungkinan telur akan berhasil menetas.
  • Jaga ketinggian air. Jika permukaan terlalu rendah, kelembaban di dalam mesin akan semakin kecil. Kelembaban yang ideal adalah 65% atau lebih, untuk menjaga agar anakan kalkun tidak menjadi kering didalam telurnya dan mati.
  • Saat kalkun mulai memecah telur, jangan sekalipun memutar telur. Pastikan retakan ada diatas. Jika retakan ada dibawah, Kalkun mungkin tidak akan mampu memecahkan telur dan keluar. Dalam jangka waktu 3 hari kalkun akan merubah posisinya ke posisi menetas. 6-12 jam sebelum mereka menetas, anda mungkin kan mendengar mereka menciap-ciap.
  • Retakan pertama akan terlihat di dekat lobang udara telur(bagian telur yang bulat).
  • Proses kalkun keluar dari telurnya butuh waktu antara 5-10 jam.
  • Anakan kalkun yang baru menetas akan selalu menciap, terlihat lelah,lemah dan basah. Pastikan mereka bias beristirahat tenang dan tetap hangat.
  • Setelah 24 jam berikan mereka makanan dan minuman. Celupkan paruhnya ke dalam air (Cukup paruhnya saja dan jangan sampai kepalanya masuk dalam air) awasi pemberian minumnya. Ulangi dengan makanan. Semoga kalkun anda bisa belajar minum dan makan dengan sendirinya.

Perhatian :

  • Selalu cucilah tangan anda dengan sabun antiseptic (dan jangan menyentuh muka dengan tangan) sebelum memegang telur. Minyak dan kotoran dari anda bisa merusak embrio kalkun didalam telur.
  • Jangan campurkan anakan kalkun dengan ayam. Ada banyak penyakit yang bias ditularkan ayam ke kalkun (meskipun kalkun dewasa mungkin tidak berpengaruh).
  • Jika anda tidak memutar telur dengan benar, munkin anakan kalkun yang menetas akan mengalami gangguan di kakinya, seperti kaki pengkor.
  • Tahanlah diri anda agar tidak membantu kalkun menetas(keluar dari cangkang), bantuan anda mungkin hanya akan membahayakan kalkun anda. Karena mereka akan menjadi rentan terhadap penyakit. Biarkan berjalan dengan alami.

Sumber: http://www.wikihow.com/Hatch-Turkey-Eggs-in-an-Incubator

Diterjemahkan,diedit dan ditulis ulang oleh admin

Beternak Kalkun

Cara Ternak Ayam Kalkun

Budidaya ayam kalkun

Budidaya kalkun pada kandang umbaran

Dalam menjalankan bisnis ternak ayam kalkun ada beberapa hal  yang  perlu diperhitungkan. Ternak ayam kalkun memang sedikit lebih rumit dibandingkan dengan ayam kampung atau ayam jenis lainnya. Tingkat kematian ayam kalkun apalagi anakan cukup tingi sehingga perlu ekstra hati-hati dalam pemeliharaannya.

1. Pemilihan Bibit Ayam Kalkun
Pemilihan bibit Kalkun cukup penting, bibit kalkun yang baik salah satunya ditandai dengan pertumbuhan yang cepat, nafsu makan yang tinggi, bebas penyakit dab sehat. Pilihlah dari penyedia bibit yang sudah dikenal memiliki pengalaman dan kredibilitas yang baik.

2. Lokasi Dan Kandang Kalkun
Lokasi kandang kalkun dipilih pada tempat yang tidak lembab dan jika memungkinkan menghadap ke arah timur. Hal ini ditujukan agar pada pagi hari kandang kalkun terkena sinar matahari. Kandang yang banyak terkena sinar matahari akan membuat ayam kalkun lebih sehat. Kandang umbaran terbatas memungkinkan Ayam Kalkun bebas berkeliaran namun tetap aman dari kriminalitas atau predator.

Bentuk Kandang kalkun bisa menyesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Namun harus cukup luas dan jangan terlalu padat. Jika terlalu sempit atau terlalu padat bulu-bulu ayam kalkun akan rusak. Selain itu ayam kalkun jantan dewasa suka sekali berkelahi satu dengan yang lain. Pisahkan ayam kalkun yang berbeda ukuran, ayam kalkun kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan dengan kalkun dewasa.

3. Perawatan Dan Pemberian Makanan Ayam Kalkun
Perawatan ayam kalkun merupakan hal yang cukup rumit dan butuh ketelitian. Makanan yang mengandung nutrisi yang baik akan mendukung pertumbuhan ayam kalkun. Dalam masa pertumbuhan ayam kalkun memerlukan nutrisi yang lebih baik. Berikan Konsentrat BR1 Dan BR2 sesuai usia mereka. Makanan lainnya hampir sama dengan ayam kampung atau ayam lainnya. Misalnya bekatul, jagung, nasi dan lain-lainnya,berikan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu ayam kalkun suka dengan sayur dan daun-daunan. Berikan sayur dan daun-daunan untuk memenuhi gizi mereka. Selain makanan, minuman juga merupakan hal penting yang harus selalu tersedia bagi mereka.
Untuk pencegahan penyakit, selain kondisi lingkungan dan makanan yang terjaga, ayam kalkun perlu diberikan vaksin seperti vaksin ayam lain. Berikan pula tambahan vitamin semasa ayam kalkun sehat. Jika ada ayam kalkun yang sakit segera pisahkan dari ayam yang sehat agar tidak menular.(Galeriukm).

Ayam Kalkun

Kalkun atau ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris.

Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter.

Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata.

Kalkun hasil domestikasi yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari spesies M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar (Wild Turkey). Sedangkan spesies M. ocellata kemungkinan adalah hasil domestikasi suku Maya. Ada orang yang berpendapat kalkun yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari kalkun suku Maya. Alasannya kalkun suku Maya lebih penurut dari kalkun liar asal Amerika Utara, tapi teori ini tidak didukung bukti morfologis. Kalkun hasil domestikasi mempunyai pial (bagian bergelambir di bawah paruh) sebagai bukti bahwa kalkun negeri berasal dari kalkun liar M. gallopavo. Kalkun M. ocellata yang dipelihara orang Maya tidak memiliki pial.

Kalkun liar merupakan hewan buruan di Amerika Utara, tapi tidak seperti kalkun negeri, kalkun liar gesit

Kalkun dalam berbagai bahasa

Ketika kalkun pertama kali ditemukan di Amerika, orang Eropa salah mengenalinya sebagai burung asal Afrika Numida meleagris yang juga dikenal sebagai “ayam turki” karena diimpor dari Eropa Tengah melalui Turki. Dalam bahasa Inggris, kalkun tetap disebut sebagai “Turkey” hingga sekarang. Kalkun termasuk genus Meleagris yang dalam bahasa Yunani berarti “unggas asal Guinea”.

Nama-nama dalam berbagai bahasa dunia untuk kalkun hasil domestikasi juga mencerminkan nama negeri asal kalkun yang “eksotik” menurut orang zaman dulu. Sekaligus terlihat kebingungan orang zaman dulu tentang negara asal kalkun. Pada waktu, orang percaya lokasi benua Amerika yang baru saja ditemukan terletak di Asia Timur. Selain itu, orang zaman dulu suka menamakan binatang dengan nama-nama tempat yang jauh dan eksotis supaya bisa dijual mahal.

Kalkun merupakan ejaan bahasa Indonesia untuk bahasa Belanda “kalkoen” yang diambil dari nama kota Kalikut di India. Sedangkan Ayam Belanda merupakan sebutan bahasa Melayu untuk kalkun. Dalam bahasa Denmark dan Norwegia, kalkun juga disebut sebagai kalkun, atau kalkon (bahasa Swedia), Kalkuun (bahasa Jerman hilir), kalkkuna (bahasa Finlandia), dan kalakuna dalam bahasa Papiamento.

  • Dalam bahasa Nahuatl, kalkun liar disebut guajolote (ejaan lama: xuehxolotl).
  • Dalam bahasa Spanyol disebut Pavo.
  • Dalam bahasa Turki disebut hindi yang artinya “asal India.” Orang Perancis juga menyebutnya d’inde (kependekan dari bahasa Perancis poulet d’inde yang berarti “ayam dari India”).
  • Dalam bahasa Katalan disebut gall dindi (ayam India).
  • Dalam Bahasa Ibrani disebut tarnegol hodu (?????? ????), yang secara harafiah berarti “ayam India”. Secara kebetulan, hodu (India) merupakan homonim yang juga berarti “terima kasih” (bahasa Inggris: “thanks”). Sehingga sering ada salah pengertian, “tarnegol hodu” dikira berarti “ayam untuk Thanksgiving“.
  • Dalam bahasa Rusia disebut indiuk (?????), indyk dalam bahasa Polandia, atau indik (??????) dalam bahasa Yiddish yang semuanya berarti India.
  • Dalam bahasa Malta disebut dundjan (dibaca dondyan) yang walaupun samar-samar berarti India.
  • Dalam bahasa Arab disebut deek roumi (??? ????) yang berarti ayam jantan Romawi atau burung Ethiopia.
  • Dalam bahasa Portugis disebut peru, sama seperti nama negara Peru.
  • Dalam bahasa Yunani disebut gallopoula yang berarti “burung Perancis”.
  • Dalam bahasa Bulgaria disebut ????? (puijka) atau ??????? (misirka) yang berarti negara Mesir.
  • Dalam bahasa Gaelik Skotlandia disebut cearc frangach yang berarti “Ayam Perancis”.
  • Dalam bahasa Italia disebut tacchino.
  • Dalam bahasa Jepang disebut ??? (shichimench? ,ayam tujuh wajah?) atau ??? chilmyeonjo dalam bahasa Korea. Bagian kepala kalkun jantan yang tidak berbulu bisa berubah-ubah warna, sehingga orang menganggap wajah kalkun bisa berubah tergantung pada suasana hati.
  • Dalam bahasa Tionghoa disebut (??) huoji karena kepalanya yang merah seperti warna api.

Reproduksi aseksual

Kalkun diketahui mempunyai kemampuan unik dalam melakukan reproduksi aseksual. Walaupun tidak ada kalkun pejantan, kalkun betina bisa menghasilkan telur yang fertil. Anak kalkun yang dihasilkan sering sakit-sakitan dan hampir selalu jantan. Perilaku ini bisa mengganggu proses inkubasi telur di peternakan kalkun.

Fosil kalkun

Sebagian besar jenis-jenis kalkun sekarang sudah tinggal fosil saja. Subfamilia Meleagridinae diketahui berasal dari zaman Miosen awal dan mempunyai genus Rhegminornis (zaman Miosen awal) dan Proagriocharis (zaman Miosen akhir/Pliosen awal). Fosil kalkun yang genusnya tidak diketahui tapi mirip dengan Meleagris diketahui berasal dari zaman Miosen akhir.

Daftar kalkun yang hanya diketahui dari fosil saja:

  • Meleagris sp. (zaman Pliosen awal)
  • Meleagris leopoldi (zaman Pliosen akhir)
  • Meleagris progenes (zaman Pliosen akhir)
  • Meleagris sp. (zaman Pliosen akhir)
  • Meleagris anza (zaman Pleistosen awal)
  • Meleagris californica (zaman Pleistosen akhir)
  • Meleagris crassipes (zaman Pleistosen akhir)

Hewan ternak yang termasuk unggas seperti ayam, angsa dan bebek ini saat ini sudah mulai banyak diternakkan dalam peternakan besar yang terintegrasi

Jenis ayam ini mudah dikembangbiakkan dan merupakan salah satu komoditi yang saat ini belum digarap secara masal karena asumsi masyarakat daging kalkun ini tidak enak, melihat potensi pasar jenis ayam ini sudah selayaknya budidaya jenis ayam ini mendapatkan perhatian serius karena dimungkinkan semakin menipisnya pasokan daging untuk ayam kampung, daging ayam kalkun bisa menjadi pilihan yang baik untuk disajikan di menu-menu masakan daging ayam.

Daging ayam kalkun ini bisa anda masak seperti jenis daging yang lain misalnya ayam bakar kalkun, rendang kalkun, kari kalkun, ayam goreng kalkun soto kalkun bahkan mie ayam kalkun, walaupun untuk saat ini harga ayam ini masih tinggi karena jenis ayam ini hanya sebatas sebagai ayam hias pada tahun-tahun kedepan ayam ini bisa menjadi jenis ayam konsumsi yang akan menjadi target perburuan para penggemar masakan daging ayam. Anda tertarik untuk memelihara ayam kalkun? (fn/it/id) www.suaramedia.com